Pusat Perpustakaan

  • Beranda
  • Area Anggota
  • Login Pusatakawan
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Transformasi pesantren Tebuireng: Menjaga tradisi di tengah tantangan
Penanda Bagikan

Text

Transformasi pesantren Tebuireng: Menjaga tradisi di tengah tantangan

Wahid, Salahuddin - Nama Orang;

Dunia pendidikan kita saat ini marak pembicaraan tentang pendidikan karakter. Persoalannya, bagaimana cara membentuk karakter yang benar. Pembentukan karakter yang dilakukan kini umumnya baru sebatas menghafal dan memperkenalkan nilai, belum sampai padd penghayatan nilai-nilai itu, apalagi sampai pada tingkat menjadikan nilai-nilai itu sebagai komitmen pribadi dalam kehidupan. Karena itu, kita perlu menyiapkan anak didik dengan sungguh-sungguh dan serempak agar mereka menjadi manusia yang bersifat percaya diri, bertanggungjawab, punya motivasi kuat, siap bekerja keras, ikhlas, jujur, sederhana, rendah hati, berwawasan luas, dan mampu bekerja sama.

Bagaimana sebaiknya cara kita melakukan pembinaan karakter itu? Dari "ruang" kelas tak terbatas, Gus Sholah memberi jawaban. Bagi Gus Cucu Mbah Hasyim ini, pendidikan karakter harus membawa anak ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai dan akhirnya sampai pada pengamatan secara nyata (afektif). Istilah pedagogiknya, dari genesis ke praksis. Untuk sampai kepada praksis perlu ada proses batin yang harus terjadi dalam diri anak, yaitu munculnya keinginan yang amat kuat untuk mengamalkan nilai tersebut.

Saat ini, di Tebuireng diterapkan upaya pembentukan karakter dengan mengambil inti sari nilai-niali yang diwariskan oleh Pendirinya Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari. Nilai-nilai itu adalah: ikhlas, jujur, kerja keras, tanggung jawab dan tasamuh. Tasamuh adalah sikap lapang hati, peduli, toleran, anti kekerasan, menghargai perbedaan dan menghargai hak orang lain. Nilai-nilai itu bukan hanya prinsip yang harus dipegang para santri, sebagai anak didik, tapi juga para guru, pengelola, pengurus dan semua elemen yang menjadi bagian sistem pendidikan di Tebuireng, termasuk pengasuh. Demikian cetusan nurani Gus Sholah sebagai ekspresi sense of belonging terhadap dunia pendidikan dan bangsa. itulah yang diungkap dalam "Laporan Pertanggungjawaban" dan "Rencana ke Depan" bangsa di buku ini.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Pascasarjana U 297.77 WAH t
253005064
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
U 297.77 WAH t
Penerbit
Malang : UIN Maliki Press., 2011
Deskripsi Fisik
xvi, 232 hal.: ilus.; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
6029584202
Klasifikasi
297.77
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
ISLAM-TRADISI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
URl Source
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Pusat Perpustakaan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?