Text
Psikologi dalam tinjauan Hadist Nabi
Dengan mengkaji ajaran Islam secara mendalam, seseorang akan sampai pada pemahaman yang benar tentang manusia. Namun realitas mengatakan lain. Banyak sekali orang yang lebih memahami manusia melalui pendekatan ilmu jiwa yang dikembangkan dengan prosedur ilmiah. Ilmu jiwa --yang sering disebut dengan istilah psikolgi-- telah dianggap sebagai disiplin ilmu yang paling representatif dan kompeten untuk berbicara tentang hakikat manusia. Dari beberapa hasil eksperimen psikologis, ilmu ini dianggap berhasil memberikan terapi kejiwaan untuk manusia yang mengalami penyimpangan perilaku. Berangkat dari kenyataan inilah muncul persepsi bahwa pemahaman yang utuh tentang manusia terdapat dalam teori maupun materi yang telah disusun dalam studi psikologi.
Dengan berpegang pada kaedah-kaedah ilmiah baku, kajian psikologi terus dikembangkan. Ilmu psikologi --yang sejak awal lahir di dunia Barat- pada akhirnya memunculkan kekecewaan di antara psikolog Barat itu sendiri. Ilmu yang semula mereka anggap mampu memberikan solusi tuntas seputar problem kejiwaan manusia, malah memunculkan masalah baru. Hal ini tidak lain karena mereka menggunakan metode yang tidak tuntas untuk memahami hakikat manusia. Mereka hanya menggunakan parameter ilmiah yang instrumen ukurnya harus terlihat empiris. Dengan kata lain, disiplin ilmu Psikologi yang ada sekarang ini hanya meneliti dan memahami unsur 'kebinatangan' manusia dan mengabaikan unsur 'kemalaikatan' yang dimilikinya. Oleh karena itu, tidak heran kalau produk ilmu yang tersusun hanya bersifat parsial.
Dengan bermodal pengetahuan psikologi dan keislaman yang cukup matang, Dr. Muhammad Utsman Najati berhasil menyusun sebuah kitab yang bisa dibilang cukup menarik. Beliau berusaha untuk menunjukkan adanya korelasi antara kajian keislaman --dalam hal ini hadits Rasulullah-- dengan materi yang telah tersusun dalam Psikologi. Beliau mampu memberikan eksplanasi bahwa sebagian besar materi maupun teori tentang Psikologi sebenarnya sudah empat belas abad lebih awal diterapkan oleh Rasulullah. Untuk pembuktian kesimpulan tersebut, dengan begitu sistematis Dr. Muhamman Utsman Najati mengemukakan beberapa riwayat hadits Rasulullah yang memang mengandung materi maupun teori Psikologi yang dicetuskan para psikolog Barat. dengan kata lain, Dr. Muhammad Utsman Najati ingin membuka mata kita dengan lebar, bahwa materi maupun teori Psikologi yang telah disusun para pemikir Barat sebenarnya sudah lama menjadi tradisi dalam Islam. Bahkan konsep tentang manusia yang ditawarkan Islam jauh lebih utuh dibandingkan konsep aprsial yang ditawatkan oleh para pemikir Barat.
Semoga buku ini mampu memberikan cakrawala intelektual keislamanan yang baru kepada para pembaca, dan semoga buku ini juga bisa ikut ambil bagian dalam proses terbentuknya sebuah disiplin ilmu baru dalam Islam, yakni Psikologi Islam.
Tidak tersedia versi lain