Text
Petani vs Negara : Gerakan Sosial Petani Melawan Hemegorvi Negara
Resistensi petani merupakan suatu reaksi refensif akibat tidak terjaminnya kehidupan pertani. Dengan tidak terjaminnya kehidupan petani, maka perilaku resistensi tersebut dipakai sebgai survival strategy dalam menghadapi ketidakpastian (uncertainty). Perilaku ini bukan saja menggambarkan tindakan pengingkaran petani terhadap pemegang kebijakan yaitu negara, melainkan juga menjadi pertanda aksi yang berprinsip dahulukan selamat (safety first) di tengah tidak terjaminnya kehidupan mereka jiak terus mengamini kebijakan negara yang hegemonik dan tidak pernah menguntungkan petani kecil.
Manifestasi ketidakpuasan terhadap perbagai kebijakan negara itulah yang melatari resiswtensi ribuan petani Simojayan dan Tirtoyudo di nganai Gunung Semeru, Malang Selatan. Mereka menganggap resistensi tersebut sebagai satu-satunya aksi politik yang tepat, efektif, konkret, dan memiliki bargaining position bagi perbaikan ekonomi dan penghidupan mereka di kemudian hari. Namun di balik itu, resistensi tersebut sebenarnya muncul karena ingin menolak kebijkana negata dalam masalah agraria yang cenderung eksploitatif. Ironis memang, tapi itulah realitas yang selalu disuguhkan oleh negeri yang bercorak agraris ini.
Tidak tersedia versi lain