Perbedaan dalam melihat sains disebabkan perspektif yang berbeda sesuai filsafat nilai yang dianut oleh para ilmuwan. Ilmuwan islam berpandang bahwa landasan pengembangan sains adalah tauhid yang sarat nilai-nilai ketuhanan, sementara "barat" berangkat dari filsafat materialisme yang bebas nilai. Bagaimanapun juga, kemajuan sains modern adalah hasil kerja sama umat manusia dan tidak bisa di…
Buku ini berisi 21 artikel Prof. Ahmad Khudori Soleh, yang diterbitkan dalam jurnal nasional maupun internasional, dan dalam book chapter. Artikel yang asalnya ditulis dalam Bahasa Inggris telah diterjemahkan ke dalam Bahas Indonesia untuk memudahkan pembaca. Duapuluh satu artikel ini dibagi dalam empat bagian: (1) Integrasi Agama, Filsafat dan Sains, (2) Epistemologi, (3) Psikologi dan Kepemim…
Ibn al-Haytham adalah seorang ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, dan pengobatan. la dikenal sangat ahli dalam bidang-bidang ilmu optik khususnya penyelidikan-nya mengenai cahaya. Selain sains, Ibnu juga banyak menulis mengenai falsafah, logika, metafisik, dan persoalan yang berkaitan dengan keagamaan. Beliau turut menulis ulasan dan ringkasan terhadap kary…
Ada perbedaan mendasar antara filsafat Barat dan filsafat Islam. Filsafat Barat selalu berangkat dari keragu-raguan, sedangkan filsafat Islam selalu berangkat dari keyakinan. Islam meyakini bahwa Al-Qur'an dapat dijadikan sumber inspirasi bagi lahirnya beragam ilmu pengetahuan. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang menginspirasi manusia untuk tidak berhenti berpikir dan memcahkan misteri kand…
Ego adalah kunci untuk membuka pembendaharaan nama-nama Allah yang tersembunyi dan rahasia alam yang terkunci. Ia merupakan misteri yang menakjubkan dan teka-teki yang mengherankan. Namun dengan memahami substansi ego, misteri menakjubkan tersebut akan terungkap dan Read More Ego adalah kunci untuk membuka pembendaharaan nama-nama Allah yang tersembunyi dan rahasia alam yang terkunci. Ia merupa…
“Dari semua punggawa dalam teologi Islam, hanya Fakhruddin ar-Razi yang tampaknya telah menumpahkan perhatian secara sungguh-sungguh kepada persoalan waktu.” —Sir Muhammad Iqbal Buku ini merupakan terjemahan dari Al-Mabahits al-Masyriqiyyah karya seorang polymath Persia yang mendapatkan julukan Sultan Para Teolog, yaitu Fakhruddin ar-Razi. Hanya saja, karena begitu luasnya pembahasan …