Selama ini kita sibuk mendakwah diri sebagai penganut Ahlussunah wal Jamaah yang yang paling 'tepat', mengaku segala tindaklaku kita sudah mengacu pada "apa yang saya (Nabi) dan para sahabatku lakukan untuk" (ma ana 'alaihi wa ashabi). Kita sibuk mengidentifikasi 'kelompok yang selamat (al-Fiqrotun Najiyah) dan 'kelompok yang sesat' (al-Fiqrotudl Dlalalah), hingga lupa bahwa ciri khas (khashais…