Buku ini menyingkap makna inklusivisme melalui fenomena agama, budaya, politik, ilmu pengetahuan dan teknologi serta dinamika sejarah pemikiran tanpa terjebak pada dikotomi paradigma antinomi biner. Penyingkapan melalui fenomena tersebut memberikan suatu gambaran besar terhadap krisis kemanusiaan yang telah banyak merugikan dan bahkan memakan tidak sedikit korban jiwa.