Penulis mengajak pembaca buku ini untuk berperilaku sesuai dengan aturan agama Islam mengenai aturan dalam sopan-santun atau tata-krama di lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan sebagainya. Buku ini cocok dibaca orang umum atau awam pemahamannya tentang agama Islam karena tidak terlalu mencantumkan secara detil ayat al-Qur'an dan hadits-hadits yang rumit dan memerlukan keilmuan di tingkat te…
Penulis mengajak pembaca untuk mendayakan hati mereka, karena hati merupakan sumber cahaya batiniah, inspirasi, kreativitas dan welas asih. Saat mata hati terbuka, manusia akan dapat melihat kenyataan yang tersembunyi di balik penampakan dunia luar.
Melalui buku ini, penulis mengajak pembaca berdiskusi mengenai problematika tasawuf dan aliran-aliran tarekat yang kemudian diperbandingkan dengan taqarrub yang digariskan al-Qur'an dan sunnah. Dalam buku ini, penulis juga menjelaskan kebahagiaan menurut pemikiran-pemikiran selain agama Islam, penyakit rohani serta bagaimana meraih ketenangan dan kebahagiaan
Penulis membuat buku ini untuk membantu pembaca mencapai kebahagiaan dan ketentraman, untuk pembaca yang berjuang menggapai impian dalam hidupnya yang sudah mengorbankan banyak hal secara sukarela. Pembaca diharapkan dapat menghubungkan benang merah dari kisah-kisah yang ada disini, mulai dari bab "Menyambut Ramadhan" hingga "Hijrah" dan "Bangkitlah Wahai Bangsaku"
Buku ini menyebutkan jika manusia yang menginginkan rahmat Tuhan (Allah), terdapat syarat-syarat yang harus diketahui dan dipenuhi terlebih dulu. Untuk mencapai rahmat tersebut, penulis mencantumkan hal-hal yang harus dicapai oleh muslimin dan muslimat.
Buku ini merupakan himpunan riwayat singkat, buah pikiran, pendapat, nasihat dan pengajaran para ulama. Diantara pihak yang disebut "ulama" oleh penulis adalah: 1. Nabi Muhammad dan Nabi Isa 2. Khulafa ar-Rasyidin 3. 25 Sahabat Rasulullah 4. Empat Imam Mahzab 5. Sepuluh ahli tasawuf 6. 82 ulama yang menyampaikan kata-kata yang mengandung nasehat dan pengajaran
Buku ini ditulis oleh Ain Qudhat al-Hamadhani yang dihukum mati karena dianggap melakukan bid'ah. Buku ini sendiri dijadikan sebagai pembelaan terhadap pandangan bid'ah tersebut dan menganggap bawa pandangannya tak berbeda dengan pandangan al-Ghazali sang hujjatul Islam serta setara selaras dengan ajaran ibnu Sina
Buku ini merupakan terjemahan dari "Spiritual Discourses" karya filosof syiah bernama Murtadha Muthahhari (Morteza Motahhari) yang meninggal terbunuh oleh pihak yang tidak sepaham dengannya . Buku ini terjemahan ceramah-ceramahnya pada buku asli yang hadir dalam sebagai bagian dari rangkaian Revolusi Islam Iran.
Buku ini membahas secara komprehensif tentang petunjuk hidup yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ibadah, muamalah, kesehatan, dan perilaku sehari-hari. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menyusun buku ini sebagai panduan bagi umat Islam untuk meneladani sunnah Nabi dalam segala aspek kehidupan, dengan tujuan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Karya ini…
Buku ini memaparkan kepada pembaca mengenai cara-cara meraih ridha ilahi yang tidak mudah. Buku ini menjelaskan bagaimana pembaca dapat meningkatkan iman dan menumbuhkan cinta kepada Allah, sehingga nantinya akan berbuah manis.
Buku ini merupakan terjemahan dari buku "Mau'idhatul Mu'minin" yang merupakan intisari dari 4 kitab Ihya Ulumuddin yang dikarang oleh imam al-Ghazali. Buku dengan judul "Bimbingan untuk mencapai tingkat mu'min" merupakan jilid pertama dan dilanjutkan dengan jilid kedua dengan judul "Melatih Jiwa"
Buku ini membahas tentang berbagai aspek kesehatan mental manusia, termasuk: - Makna keamanan psikologis: Menjelaskan konsep dasar keamanan psikologis dan bagaimana mencapainya. - Pandangan filsuf kuno dan Al-Qur'an: Membandingkan pandangan tentang kesehatan mental dari filsuf-filsuf klasik dengan ajaran Al-Qur'an. - Pendekatan psikologi modern: Membahas berbagai pendekatan dan teori dalam…
Buku ini merangkum kisah-kisah Abu Yazid al-Busthami yang dianggap oleh buku ini sebagai bagian dari kelompok mahaguru para sufi dari kota Bustham. Terlebih kisah Abu Yazid hanya terdapat pada penggalan-penggalana komentar yang terpecah pada kitab-kitab tasawuf klasik. Dengan buku ini, pembaca dapat melihat seluruh kisah Abu Yazid al-Busthami
Buku ini merupakan refleksi bagi pembacanya untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui dua hal: 1) Mengenal hati; 2) Berusaha mengelola hati melalui ibadah-ibadah hati. Buku ini menjadi refleksi untuk renungan pembacanya dalam upaya meningkatkan manajemen hati